Xbox business concept
Dengan me-launching game console Xbox, Microsoft tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga benar-benar melangkah pada market baru dimana Microsoft belum memiliki pengalaman sebelumnya pada industri game console.
Terdapat beberapa nama perusahaan besar yang bergerak dalam industri game console, antara lain Sony, Nintendo dan Sega. Microsoft merupakan pemain baru dalam industri ini. Ketiga kompetitor tersebut menjadi kompetitor utama Microsoft dalam industri game console.
Microsoft memiliki marketing budget yang sangat besar, mereka memfokuskan diri untuk menggunakan budget tersebut secara efektif. Oleh sebab itu, marketing team dari Microsoft harus menentukan customer segment dan marketing strategy secara tepat agar mampu mencapai tujuan, yaitu menjadi market leader dalam industri game console.
Konsep seperti apa yang diterapkan oleh Microsoft? Simaklah ulasannya berikut ini.
Konsep marketing Microsoft mengandung 3 principle, yaitu:
1. Determining needs of target market
2. Determining wants of target market
3. Delivering the desired satisfaction more effectively and efficiently than competitors do
Microsoft menerapkan 3 hal tersebut dengan melakukan research pada orang-orang yang disebut sebagai “Hardcore Gamers” yang bermain game lebih dari 25 jam dalam seminggu. Research tersebut menunjukkan hasil bahwa para Hardcore Gamers menginginkan dan membutuhkan game console yang memiliki fast speed performance serta high quality audio & graphics. Inilah alasan mengapa design Xbox sangat futuristik, modern dan dilengkapi dengan processor yang sangat cepat.
Beberapa contoh design Xbox
beberapa contoh Concept design Xbox 720 (Xbox selanjutnya setelah Xbox 360)
Dengan memanfaatkan budget yang besar, Microsoft dengan mudah menerapkan sistem multisided platform dengan melibatkan sekitar 5000 gamers dan game creators atau developers dalam pengembangan produknya tersebut. Microsoft juga menghabiskan dana sebesar 500 juta US Dollar dalam rangka meng-kampanye-kan Xbox kepada target pasarnya secara global. Satu hal lagi yang dapat dikatakan luar biasa, adalah strategi Microsoft dalam menjual game console tersebut. Mengapa dikatakan luar biasa? Alasannya adalah karena setiap penjualan sebuah mesin Xbox, Microsoft menerima kerugian sekitar 150 US Dollar dengan tujuan untuk menciptakan harga yang kompetitif dengan para pesaingnya. Dengan begitu, Microsoft tidak dapat meraup keuntungan dari dua sisi sekaligus, yaitu hardware dan software seperti yang dilakukan Nintendo Wii. Meskipun Microsoft hanya dapat meraup keuntungan dari sisi software saja, namun terdapat tujuan jangka panjang tersendiri, yaitu meraih high market share.
Microsoft juga memiliki strategi dalam memilih partner bisnis, contohnya saja mereka menggandeng ESPN dalam hal mengiklankan Xbox. Mereka saling bekerja sama dan saling memberikan keuntungan satu sama lainnya. Selain dalam hal periklanan produk, melalui Xbox kita juga tidak hanya dapat bermain game olahraga favorit saja, tetapi juga dapat melakukan streaming acara olahraga yang ditayangkan oleh ESPN. Dengan begitu, kedua belah pihak sama-sama mendapat keuntungan melalui kerjasama tersebut.
Pada intinya, dalam sebuah bisnis terdapat 9 poin utama yang perlu dipikirkan dan dianalisa matang-matang. Ke-sembilan poin tersebut disebut sebagai 9 building blocks business canvas model. Nah, berikut ini merupakan gambar bisnis canvas Xbox menurut penulis mulai dari customer segment, value proposition, channels, customer relationships, revenue streams, key resources, key activities, key partners dan juga cost structure.
Related Posts
Category: Cloud Business















