Nintendo : Things You Should Know (Part 2)
Siapa yang tidak mengenal perusahaan yang satu ini. Dari jaman kakek buyut hingga adik – adik kita mungkin pernah merasakan serunya berpetualang menyelamatkan Putri Peach Toadstool dari tawanan Prajurit Bowser, atau sulitnya melompati barel – barel gentong yang dilemparkan Donkey Kong demi menyelamatkan Lady Pauline. Namun, seberapa jauh anda mengenal perusahaan yang satu ini? Simak beberapa fakta menarik lanjutan dari artikel sebelumnya tentang perusahaan yang bermarkas di Kyoto, Jepang ini.
6. Nintendo menciptakan Cross-Shaped D-Pad

Pernahkah anda terpikir mengapa konsol – konsol game lain tidak ada yang mengikuti jejak Nintendo menggunakan controller arah berbentuk palang seperti gambar di atas? Sony dengan Playstation-nya menggunakan 4 tombol berbentuk perisai sedangkan Microsoft dengan X-box-nya sedikit lebih cerdik, yaitu dengan menggunakan cross-shaped d-pad tetapi dengan ditambahkan lingkaran di sekelilingnya.
Ternyata cross-shaped d-pad telah dipatenkan oleh Nintendo pada tahun 1983 oleh penemu GameBoy sekaligus pegawai lama Nintendo, Gunpei Yokoi. Pada awalnya, desain ini dibuat untuk game laris mereka, Donkey Kong. Tapi, setelah itu Nintendo menyadari bahwa bentuk ini dapat digunakan untuk game – game di masa yang akan datang.
Meskipun terlihat sama, controller Sega Dreamcast dapat lolos dari pelanggaran hak cipta karena memiliki teknologi yang berbeda dengan cross-shaped d-pad Nintendo. Paten ini akhirnya expired pada tahun 2005.
7. Nintendo Amerika melakukan sensor besar – besaran pada tahun 80-an
Pada tahun 80-an hingga awal tahun 90-an, di Amerika berlaku undang – undang yang sangat ketat mengenai konten – konten hiburan yang dapat ditampilkan ke masyarakat. Seluruh konten yang dinilai “ofensif” dilarang untuk disebarluaskan. Akibatnya, Nintendo harus melakukan sensor besar – besaran terhadap produk – produknya yang akan dijual di Amerika.
Beberapa contoh penyensoran yang ekstrim dari Nintendo pada gamenya saat itu misalnya dengan memakaikan pakaian pada patung yang awalnya telanjang, menghilangkan bentuk ‘palang-merah’ (red cross) dari bangunan rumah sakit, mengganti konsep ‘bar’ menjadi ‘kafe’, dan yang paling parah, komplotan – komplotan penjahat di game Nintendo tidak lagi bertransaksi obat – obatan berbahaya, melainkan bertransaksi pisang.
8. Nintendo memiliki sebuah klub baseball profesional
Rupanya Nintendo juga mengembangkan ekspansinya ke bidang olahraga. Pada tahun 1992, Nintendo Amerika membeli saham kepemilikan mayoritas dari sebuah klub profesional Liga Baseball Profesional Amerika (Major League Baseball), Seattle Mariners. Klub yang bermarkas di Seattle, Washington, Amerika Serikat ini merupakan salah satu dari 3 klub baseball yang dimiliki oleh perusahaan korporat. Dua yang lainnya adalah Atlanta Braves dan Toronto Blue Jays.
Nintendo sedikit ‘berbaik hati’ dengan tidak merubah maskot klub yang awalnya seekor rusa bernama Mariner Moose menjadi Mario. Nintendo memanfaatkan kepemilikan saham di klub baseball ini dengan mengkampanyekan game teranyarnya saat itu, Mario Supper Sluggers, yang bertemakan baseball dengan tetap menggunakan ikon legendarisnya, Mario, sebagai tokoh utama.
9. Nintendo pernah mencoba membuat telepon genggam
Pada dasarnya, setiap orang di dunia ingin saling terhubung, dan perangkat mobile adalah device yang paling dapat diakses oleh semua orang. Hal ini sempat terlintas di benak para developer Nintendo sehingga pada awal tahun 2000-an, Nintendo sempat menjajaki kerjasama dengan Nokia untuk membuat sebuah konsep mobile-gaming-phone. Namun ketika konsep ini dibawa ke pertemuan para direktur untuk meminta persetujuan, konsep ini ditolak sehingga sampai saat ini kita tidak dapat merasakan buah cinta antara Nintendo dengan Nokia.
Salah satu alasan mengapa konsep itu ditolak adalah karena pada saat itu, Nintendo sedang memfokuskan diri untuk mengembangkan konsol handheld teranyarnya, Nintendo DS. Para direktur Nintendo berpikir bahwa mobile device yang khusus untuk gaming akan lebih sukses dibanding mobile device untuk komunikasi dengan ‘tambahan’ fungsi gaming. Hal ini terbukti benar karena setelahnya, penjualan Nintendo DS meroket tajam dibandingkan penjualan Nokia yang mengembangkan konsep gaming-phone dengan produk teranyarnya saat itu, Nokia N-Gage, yang gagal bersaing di pasaran.
10. Seekor Shetland Sheepdog menginspirasi Nintendo
Shigeru Miyamoto, salah satu game designer yang berpengaruh di Nintendo yang turut berkontribusi dalam membuat game – game legendaris Nintendo seperti Mario, Donkey Kong, dan The Legend of Zelda, ternyata juga seorang penyayang binatang. Tim pengembang Nintendo saat itu yang beliau pimpin sedang merencanakan sebuah game baru dengan tema binatang. Akhirnya pilihan jatuh ke anjing setelah Shigeru Miyamoto mengajukan proposal pembuatan game yang terinspirasi dari anjing kesayangannya yang berjenis Shetland Sheepdog bernama Pikku.
Dikembangkan dari Mashable
Related Posts
Category: Cloud Games, Cloud Technologies










