Metro International Strategic and Business Model
Metro International
Metro International adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan surat kabar, atau dalam kehidupan sehari-hari kita kenal dengan Koran. Ya ya ya,Koran terdengar biasa saja. Namun pada artikel ini saya akan mengajak kita semua untuk melihat sebuah keistimewaan yang dimiliki oleh Metro International, dan juga kita akan membahas business model canvas Metro International.
Saat ini Metro telah beroperasi secara global. Mereka mendistribusikan korannya di lebih dari 20 negara, yang melintasi beberap benua. Seperti Hongkong, dan Korea dari benua Asia, Sweden, Spain, Portugal, dan lain-lain dari benua Eropa, Canada, US, dari benua Amerika, di Australia, dan di banyak negara lainnya. Metro juga aktif di dunia internet, dalam mempublikasikan e-newspaper(www.metro.co.uk).
Di balik kisah kesuksesan metro international, terdapat cerita tersendiri yang menjadi sejarah berdiri dan perkembangannya. Metro memiliki tiga orang founder yaitu Per Anderson, Robert Braunerhielm, dan Monica Anderson. Para founder Metro memiliki konsep unik dan fresh mereka sendiri mengenai bisnis surat kabar/Koran. Untuk mewujudkan cita-cita mereka, ketiga founder ini telah berusaha untuk mendapatkan investor yang berniat untuk menjadi capital resource Metro. Penantian panjang yang diisi dengan berbagai bentuk penolakan, akhirnya terjawab juga ketika seorang Chairman dari Kinnevik Group dengan nama Jan Stenbeck menerima dan menyetujui proposal Metro. “jika ini adalah konsep yang baru, mari bergerak.”, ujar Jan Stenbeck.
Metro di-launch pertama kali pada tahun 1995, di Stockholm, Sweden. Yang menjadi target distribusi mereka adalah stasiun-stasiun dan terminal-terminal transportasi public dengan crowd yang ramai, terutama pada pagi hari, ketika masyarakat bepergian untuk melakukan aktifitas harian mereka. Inilah bentuk strategi mereka yang pertama. Metro telah mempelajari customer behavior dari para pembaca Koran. Pada umumnya, para penumpang transportasi public baru membeli Koran ketika mereka hendak berangkat, dengan tujuan untuk mengisi waktu mereka dan memenuhi kebutuhan mereka akan berita-berita terbaru selama perjalanan. Berdasarkan pengamatan tersebut, strategi Metro untuk memilih stasiun dan terminal sebagai lokasi distribusi merupakan pilihan yang tepat.
Pengamatan Metro terhadap customer behavior tidak hanya sebatas lokasi saja. Mereka mempelajari bagaimana merepotkannya, ketika masyarakat yang hendak berpergian dengan transportasi public harus mengantri untuk membeli Koran, mencari-cari uang receh untuk membayar, sambil mereka harus mengejar jadwal kebrangkatan. Berdasarkan analisa tersebut, Metro menetapkan strategi kedua yaitu memberikan Koran gratis bagi pembacanya. Metro menempatkan Koran-koran di dalam box-box surat kabar, yang mereka letakan di tempat-tempat strategis di stasiun. Para masyarakat yang hendak bepergian dan sedang berlalu-lalang hanya tinggal mengambilnya dengan mudah, tanpa harus mengeluarkan uang sedikitpun. Memberikan Koran gratis juga menjadi mungkin, dikarnakan Metro mampu meredam biaya produksi secara besar-besaran. Jika yang lain memiliki pabrik percetakannya sendiri, Metro melakukan outsourcing. Jika yang lain menggaji banyak wartawan untuk meliput berita, Metro membeli putus dari pihak lain. Sehingga operational dan capital expense Metro jauh lebih kecil dibanding kompetitornya.
Strategi yang ketiga adalah konten dari berita-berita yang termuat di dalam Koran Metro. Pada saat itu, Metro menilai bahwa berita-berita yang termuat dalam Koran competitor mereka terlalu berat untuk dicerna dan kurang menarik. Sehingga tanpa mengurangi kedalaman dan kualitas berita, Metro mengemasnya kedalam bentuk yang jauh lebih menarik dan menghibur, sehingga metro mencetak sejarah sebagai Koran yangj uga mampu dibaca oleh kaum pelajar sekalipun.
Ketiga hal tersebut membuat Metro menjadi sangat dicintai oleh para pembacanya. Dengan jeda waktu yang singkat, Metro berkembang dengan pesat. Dalam waktu 2 tahun, Metro telah beroperasi di Prague, Budapest, Chile, dan Philadelphia. Dalam waktu 16 tahun Metro telah memiliki 67 editions di 22 negara, bahkan Metro diberi penghargaan pribadi dari Raja Swedia.
Hal lain yang membuat Metro memiliki ruang gerak yang leluasa untuk berkembang adalah tanggapan dari competitor yang memandang mereka dengan sebelah mata saja. Metro melakukan sebuah hal yang sangat tidak lazim dalam dunia surat kabar, yaitu memberikan Koran gratis bagi para pembacanya. Kompetitor mereka menganggap hal ini merupakan kebodohan dan tindakan bunuh diri. Competitor Metro salah memahami mengenai income resource yang Metro dapatkan. Income resource Metro bukanlah penjualan Koran, tetapi advertising. Dengan ketiga strategi yang telah kita bahas diatas, Metro berhasil mendapatkan crowd yang besar, sehingga banyak perusahaan yang tertarik untuk memasang iklan pada Koran Metro. Harga space iklan yang harus dibayar bila ingin memasang iklan pada Koran Metro sangatlah tinggi, jauh di atas rata-rata iklan Koran lainnya. Dengan value yang Metro tawarkan, harga tersebut sangatlah pantas. Hal ini tidak terbaca sebelumnya oleh Competitor mereka, sehingga mereka membiarkan Metro secara leluasa dapat berkembang.
Semuanya menjadi berbeda ketika para competitor Metro akhirnya membuka mata mereka lebar-lebar terhadap kehadiran Metro. Metro akhirnya dibawa ke medan persaingan. Dengan cara serupa, Competitor Metro melakukan perlawanan terhadap eksistensi. Dengan kekuatan brand yang telah dibangun selama ini, menjadi keunggulan dari competitor untuk bersaing dengan Metro sebagai pemain baru. Metro terpaksa harus mendiskon besar-besaran space iklan mereka, sehingga Metro tetap bertahan.
Kegagalan Metro untuk memonopoli market secara utuh, menjadi salah satu efek dan hambatan sehingga Metro, sekalipun tetap sukses, dan memiliki market yang besar, gagal menuju puncak maksimal dari potensi yang mereka miliki pada dasarnya.
Secara kesimpulan inilah business model canvas yang dimiliki Metro International :
- Customer Segment : Multisided (reader, advertiser)
- Value Propositions : Supply free newspaper with a interesting news, and bring a big market for advertiser.
- Channel : Transportation Stations, and internet
- Customer Relation : Multi genre news, for a lot of market segments, with free price.
- Revenue Stream : Advertising
- Key Activities : Produce daily newspaper, and distribute those newspaper
- Key Resources : Intellectual (news editor). Physical(paper), their brand.
- Key Partners : Printing Company, and photographer.
- Cost Structure : fixed cost(salary), Variable cost(printing, buy a picture).
Related Posts
Category: Cloud Business





