Apa dampak cloud computing pada lapangan pekerjaan ?
Apakah anda belum mendengar mengenai Cloud Computing ?. Jika Ya, sebaiknya anda mencari tahu karena Cloud Computing bukan hanya sekedar perubahan teknologi di bidang IT tetapi juga perubahan di bidang ekonomi, bisnis, dan gaya hidup. Pada artikel ini saya akan focus membahas tentang dampaknya pada perubahan gaya hidup (lifestyle) manusia saja yang sedang dan akan terjadi di masa yang tidak terlalu jauh di depan.
Kalau kita simak seluruh perubahan yang terjadi di dalam kehidupan manusia sejak dulu sampai sekarang sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan kwalitas kehidupan itu sendiri. Upaya itu terletak pada satu prinsip yaitu perubahan dari “sistem manual” menjadi “sistem serba otomatis” sehingga akan meningkatkan efisiensi di dalam berbagai hal. Bila kita mengingat pada jaman terciptanya peralatan mesin seperti mesin jahit, cetak, uap, dan mesin-mesin lainnya maka kita dapat melihat prinsip perubahan otomatisasi itu terjadi pada setiap bidang yang terkait secara langsung dan meningkatkan kwalitas serta merubah gaya kehidupan manusia pada waktu tersebut. Misalnya, penulisan buku tidak ditulis manual dengan tangan lagi melainkan dicetak dengan mesin. Hal ini berdampak pada tingkat penyebaran ilmu pengetahuan yang semakin cepat dan juga tercipta cara penyampaian baru selain secara lisan sebelumnya.
Hadirnya “Computer” membawa perubahan otomatisasi ke tingkat yang lebih tinggi yaitu dari tingkat “human physical activities” seperti proses produksi sampai tingkat “human brain activities” seperti perhitungan, analisa, pengambilan keputusan, dsb. Ditambah hadirnya “Internet” yang bisa menghubungkan setiap individu di seluruh dunia maka jangkauan otomatisasi juga sudah ke tingkat global. Pada tahap ini berbagai “Software Application” di hampir semua bidang industry telah dikembangkan sehingga segala sesuatu proses kegiatan industry tersebut bisa dilaksanakan dengan lebih otomatis dan efisien tanpa campur tangan manusia terlalu banyak. Akan tetapi semua software aplikasi tersebut belum “interconnected” sehingga tidak dapat berkomunikasi secara otomatis satu dengan yang lainnya.
Kehadiran Cloud Computing akan membuat semua software aplikasi itu menjadi “interconnected” begitu juga setiap individu yang terhubung ke aplikasi tersebut (lihat gambar). Hal ini berarti software di semua perusahaan swasta, pemerintah, dan pada mobile devices setiap dapat berkolaborasi secara “otomatis”. Misalnya pada saat anda membuat sebuah jadwal perjalanan bisnis, anda tidak perlu lagi melakukan pemesanan tiket pesawat terbang, kamar hotel, car rental, pembayaran tiket, perubahan jadwal keberangkatan, dsb sehubungan dengan jadwal itu secara manual melainkan software aplikasi kalender anda yang akan berkomunikasi secara otomatis dengan software software maskapai penerbangan, hotel, car rental, begitu juga pemberitahuan kepada client client bisnis yang akan dikunjungi, dsb. (baca artikel saya mengenai Cloud World pada edisi agustus 2011.) Terciptalah satu masyarakat yang memiliki gaya hidup baru yaitu yang saya namakan “Cloud Interconnected Lifestyle”. Perubahan gaya hidup yang terjadi terutama adalah pada yang bersifat “Place based” menjadi “Connection based”.
Di bidang pendidikan, “Connection Based Education” akan mengantikan “Placed Based Education” seperti:
- Seorang guru ahli bisa memberikan kuliah di rumahnya kepada murid-muridnya yang berada dimana saja di dunia. Dengan kata lain setiap murid bisa belajar dari guru manapun yang dia inginkan di dunia ini, misalnya belajar ilmu bela diri.
- Para universitas dunia bisa bekerja sama menciptakan sebuah kurikulum terpadu dengan tenaga pengajar yang berasal dari masing masing universitas dengan para mahasiswa/I yang berasal dari manca Negara.
- Setiap murid bisa mengatur jadwal kuliahnya sendiri sama halnya dengan mengatur jadwal penayangan program TV nya.
- Kegiatan riset di berbagai universitas bisa berkolaborasi bersama untuk memperoleh hasil yang lebih cepat dan sempurna.
Di bidang musik juga dimana “Connection based Recording, Concert, dsb” akan menggantikan yang “Placed Based” seperti:
- Seorang artis bisa membuat sebuah album dengan berduet bersama artis lainnya di belahan dunia yang jauh serta diiringi oleh para musisi dari manca Negara dimana mereka bisa melakukan proses rekaman secara life dengan tetap berada di lokasi mereka masing masing.
- Sebuah konser musik tingkat dunia dengan berbagai musisi terkenal dunia bermain bersama tanpa harus hadir disatu ruangan.
- Setiap individu bisa membuat rekaman bernyanyi bersama artis kesayangannya dan diiringi oleh musisi ternama secara remote.
- Semua produk musik bahkan videopun sudah tidak akan ada lagi dalam bentuk DVD karena semuanya sudah tersedia secara on line di Cloud.
Di bidang bisnis akan lebih serius dampaknya. Sudah lama kita tahu bahwa semakin hari semakin kompetitif dan krisis terus terjadi melanda. Setiap bisnis selalu berusaha menurunkan biaya operasional. Sebelumnya kebijakan “Outsourcing” sudah dilakukan yaitu dengan memberikan pekerjaan ke pihak luar untuk penghematan. Dengan Cloud Computing biaya modal (Capital
Expense) dan biaya operasional IT sudah menjadi jauh lebih hemat. Dan penghematan itu akan terus meluas tidak hanya sebatas tenaga kerja yang berhubungan dengan IT ?. Perubahan perubahan yang akan terjadi:
- “Placed Based Workforce” yaitu tenaga kerja yang
berbasis tempat kerja akan perlahan lenyap menjadi “Connection Based Workforce”. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa gedung perkantoran bisa jauh berkurang karena tidak perlunya setiap karyawan hadir ke kantor. Mereka bisa melakukan pekerjaan darimana dan kapan saja. - “Employee Outsourcing” adalah tingkat outsourcing pada tingkat per-karyawan(job position) yaitu bukan pada tingkat proyek berjangka panjang saja. “Connection Based Workforce” memungkinkan perusahaan untuk tidak harus lagi mempekerjakan semua karyawannya sebagai karyawan tetap atau “full time” tetapi dengan sistem “pay per task”.
- Karena setiap individu sudah “interconnected” maka dunia ini menjadi satu sumber tenaga kerja terpadu yang sangat besar. Para perusahaan bisa mempunyai pilihan yang banyak untuk melakukan “Employee Outsourcing” mereka. Hal ini berarti akan terjadi seleksi hidup yang sangat tinggi dimana mereka yang berprestasi sajalah yang bisa bertahan. Itulah sebabnya hanya tenaga-tenaga kerja yang bersertifikasi internasional sajalah yang akan lebih berkiprah.
- Dengan adanya ATM dan Internet banking saja, saya sudah hampir tidak pernah pergi ke bank. Seiring dengan “Go Green”, terbatasnya sumber energy, dan kebutuhan segalanya harus serba instant atau cepat maka travelling untuk alasan bisnisakan jauh berkurang.
Kesimpulan yang kita bisa ambil adalah bahwa perubahan gaya hidup yang terjadi akibat perkembangan teknologi seperti Cloud Computing khususnya tidak dapat dihindarkan. Hal itu bisa berdampak negatif bagi sebagian orang dan positif bagi sebagian orang lainnya. Ada pepatah mengatakan “Cerdiklah seperti Ular dan tulus seperti Merpati…..” karena ular peka terhadap lingkungannya dan apa yang akan terjadi. Semoga artikel singkat ini membuat anda menjadi lebih peka terhadap apa yang sedang dan akan terjadi di kehidupan ini.
Related Posts
Category: Cloud Jobs, Cloud Lifestyle






