Dalam 18 Bulan Cloud Computing Akan Berkembang Pesat

| April 23, 2012 | 0 Comments

Para Pembicara

Belum lama ini, Springboard Research mengungkapkan cloud computing di Indonesia siap maju dengan pesat hanya sekitar 12-18 bulan ke depan. 50% organisasi atau perusahaan di negeri ini telah menggunakan atau dalam perencanaan menggunakannya. Sedangkan 68% perusahaan skala besar yang jumlahnya sekitar 500 perusahaan telah menyatakan siap beralih ke cloud computing.

Data-data tersebut terungkap dari hasil diskusi bersama Microsoft Indonesia sebagai salah satu pengusung cloud computing awal di Indonesia. Dalam mengumpulkan data-data itu, Springboard Research telah melakukan studi terhadap 114 perusahaan di Indonesia dan 833 orang Chief Information Officer (CIO), serta pemimpin bisnis di delapan pasar utama Asia Pasific (APAC), sejak Desember 2010 hingga Maret 2011.

“Sebanyak 46% pengguna dan perencana cloud di Indoensia memandang solusi ini sebagai prioritas utama dan telah menyiapkan dana untuk mengadopsinya,” ujar Risman Adnan, Developer dan Platform Director Microsoft Indonesia. Ia menilai bahwa angka tersebut paling besar di Asia Pasific.

Risman memperkirakan resesi ekonomi global, yang juga mengenai Indonesia, menjadi pencetus motivasi dalam mengadopsi cloud computing. “Nilainya sekitar 3,5 dari skala skor 5,” imbuhnya.

Microsoft di 2011 menunjukan keseriusannya dalam mengelola dan mengembangkan Cloud Computing dalam layanannya. Dari data penelitian, diperoleh 88% responden Indonesia. Hal tersebut dipertegas Risman karena menurutnya 88% responden penelitian Springboard Research sangat dekat dengan aplikasi-aplikasi untuk meningkatkan produktivitas buatan Microsoft, salah satunya adalah Microsoft Office Web Apps pada Windows Live.

“Dengan 88% pengguna telah mengenal layanan cloud dari Microsoft terutama Windows Live, menjadikan kami sebagai market leader di Cloud Solution,” sebut Risman menyakinkan.

Perusahaan aplikasi ini juga secara serius menggalang partner untuk memperluas portofolio cloud computing ala Microsoft yang dikembangkan oleh pengembang aplikasi lokal. Beberapa partner lokal itu pun memberikan testimonial terhadap kehandalan cloud computing dari Microsoft, antara lain adalah PT Infinys System Indonesia, ProHukum, Universitas Purwadhika Nusantara, dan dari Primagama Plus.

Dalam cloud computing setidaknya mengenal tiga layanan yang diberikan kepada pelanggan, yaitu private cloud, public cloud dan hybrid cloud. Risman mengakui bahwa Microsoft saat ini punya perhatian khusus pada layanan private cloud dan hybrid cloud meskipun semua layanan selalu ditawarkan ke calon pemakai.

“Kendala public cloud masih pada penyediaan bandwidth yang masih mahal di Indonesia,” keluhnnya

Bapak Purwa Hartono sebagai founder dari Universitas Purwadhika Nusantara menekankan bahwa dunia pendidikan tinggi khususnya IT sudah harus mengantisipasi kebutuhan tenaga ahli yang berbeda dari sebelumnya.  Kurikulum yang ada sudah tidak sepenuhnya relevan lagi dengan perubahan ke cloud computing.  Lebih lagi dengan adanya cloud computing ini maka kebutuhan tenaga ahli cloud computing ini sangat besar dan dunia menjadi satu pasar besar sehingga para sarjana indonesia tidak akan hanya berkompetisi secara lokal tetapi global.  Itulah sebabnya para sarjana tamatan Purwadhika akan dilengkapi dengan sertifikasi Microsoft yang memberikan jaminan untuk mereka berkiprah di dunia internasional.

Mengapa Purwadhika hanya focus kepada teknologi Microsoft ? hal ini disebabkan untuk menjadi seorang ahli kita harus focus dan Microsoft merupakan pelopor dan pemain terbesar di dunia IT khususnya di cloud computing.

Perhatian lainnya yang kerap menjadi pertanyaan calon pemakai adalah keamanan yang dianggap masih ada di kawasan abu-abu, atau masih sulit terprediksi. Dondy Bappedyanto, GM PT Infinys System Indonesia sebagai partner Cloud dari Microsoft punya jawabannya.

Ia merasa ketakutan pada security pada layanan cloud computing bagaikan sejarah yang berulang. Ia ingat saat bank mulai hadir di Indonesia, beberapa puluh tahun silam, masyarakat menilai lebih baik menyimpan uang mereka di bawah bantal. Begitu pula saat internet banking hadir, isu keamanan menjadi isu sentral.

“Saya sangat yakin dengan keamanan dari layanan Cloud. Sehingga tidak ragu untuk menggunakannya. Jadi masalah keamanan itu lebih kepada rasa kepercayaan kita kepada penyelenggaranya. Saya yakin data saya aman bersama Microsoft,” promosinya.

Dondy juga menggarisbawahi soal tarif layanan cloud computing, yang menurutnya terbagi dari tiga hal. Billing model setidaknya ada dua yaitu pembayaran tetap tiap bulan, dan dikenakan tiap jam atau menit. “Tren di Indonesia menyenangi pembayaran tetap tiap bulannya. Karena mereka bisa menyiapkan pengeluarannya dengan jelas,” ungkap Dondy.

Di akhir pembicaran, baik Dondy dan Risman sepakat bahwa Indonesia ada di dalam jalur yang benar untuk mengadopsi teknologi cloud computing. Karena Cloud computing bisa dipakai untuk apa saja dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

Tags: , ,

Category: Cloud Education, Cloud in Indonesia, Press Publication

Leave a Reply