Cloudpreneurs: anak SMA Indonesia

| June 9, 2012 | 0 Comments

Bayangkan jika Anda tidak perlu repot cari tempat parkir jika berbelanja di pusat perbelanjaan atau ke kantor. Tinggal klik, Anda bisa memesan tempat parkir dari smartphone Anda. Atau jika ingin belanja keperluan rumah tangga, tetapi lagi nggak mood kemana-mana karena macet. Dengan aplikasi berbelanja secara virtual, Anda bisa memilih barang apa yang Anda mau, lalu dalam sekejap barang belanjaan akan diantar ke depan rumah Anda. Life is so simple, rite?

Pada hari Minggu (6/5) lalu, anak-anak muda ini mempresentasikan berbagai gagasan aplikasi mereka yang unik dan kreatif dalam acara Technologlitz Purwadhika yang bertempat di AtAmerica, Pacific Place. Ide-ide brilian apa saja yang dipresentasikan dalam acara ini? Penasaran?

Lihat saja ide tim dari SMU 68 tentang Cloud Parking. Andri, siswa kelas XI menceritakan sedikit tentang konsep sistem sewa tempat parkir kendaraan masa depan ini kepada tim reporter MJEDUCATION.CO sesaat sebelum presentasi: “Jadi dengan Cloud Parking ini, kita tinggal klik sudah bisa pesan tempat parkir”.

Masih dari SMU 68 ,ada juga bang-it.com, sebuah aplikasi yang berfungsi sebagai media unjuk gigi dan pengekpresian diri para musisi.  Di sini, para pengguna  bisa menjual musik mereka, ngejam bareng-bareng, menjual efek atau alat musik dan mencari partner untuk membentuk band. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh pengalaman pribadi Aidhil, sang kreator, yang sempat mengalami kesulitan saat mencari partner yang mempunyai alat musik sama dengan dirinya.

Lalu ada pula ide dari SMUK 1 Penabur yang membuat aplikasi untuk delivery makanan dan berbelanja, dan SMU Nurul Fikri yang membuat social media yang bisa dimanfaatkan menjadi sarana rapat virtual, forum jual beli barang, promosi hasil  karya musik, dan juga dapat berfungsi sebagai media penyimpanan data-data penting yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan penggunanya.

Dalam kompetisi ini, para peserta tidak hanya diwajibkan mempresentasikan ide tentang aplikasi mereka, tetapi juga mesti memaparkan lebih lanjut tentang keunikan aplikasi tersebut, target pengguna, prediksi keuntungan dan  perkiraan biaya produksi. Seusai presentasi, mereka pun harus menjawab pertanyaan yang diberikan oleh ketiga juri yang sudah mumpuni di bidang ICT: Purwa Hartono (Pendiri Institut Teknologi Purwadhika Nusantara), Risman Adnan (Develop and Platform Director Microsoft Indonesia) dan Norman Sasono (Architect Advisor Microsoft Indonesia). Kompetisi ini memang tidak mengharuskan para peserta untuk merampungkan ide mereka sampai dengan tuntas. Tim juri menitikberatkan penilaian dari segi kreativitas ide dan seberapa besar kemungkinan ide tersebut dapat diwujudkan dalam konsep nyata.

Setelah menimbang dan menilai, akhirnya tim juri pun mengumumkan hasil kompetisi. Juara pertama diraih oleh tim dari SMUK 1 BPK Penabur dengan aplikasi pramusaji.com, yakni, sebuah aplikasi  jasa delivery makanan yang melibatkan kerja sama jaringan dengan restoran-restoran ternama di Indonesia. Kemudian juara kedua adalah tim dari SMU 68 dengan cloud-parking.com, Disusul juara ketiga adalah, lagi-lagi adalah  tim SMU 68 dengan aplikasi social media untuk para musisi bang-it.com. Sementara juara favorit kompetisi ini adalah SMUN 6 dengan aplikasi worldpopinmusic.com yang selintas sama dengan portal musik lainnya, namun memiliki keunikan tersendiri dengan diselenggarakannya lomba menyanyi dan menulis lirik secara berkala di situs tersebut.

Tim juara favorit memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp. 500.000 untuk tiap peserta. Juara ketiga mendapat beasiswa kuliah di Purwadhika Nusantara sebesar Rp. 45 juta dan uang tunai sebesar Rp 2 juta sedangkan,  juara kedua mendapat beasiswa sebesar Rp. 60 juta dan uang tunai Rp. 3 juta. Juara pertama kompetisi ini  mendapatkan  beasiswa sebesar Rp. 75 juta dan uang tunai Rp 5 juta.

Asyik bukan? Nah, asal tahu saja, di Institut Teknologi Purwadhika kita bisa belajar mengenai teknologi cloud computing. Mau tahu lebih lanjut tentang apa itu cloud computing dan Institut Teknologi Purwadhika Nusantara?

Mencetak Ahli Yang Tersertifikasi Microsoft
Istilah cloud computing akhir-akhir ini sudah tidak asing lagi. Apa definisi cloud computing?
Cloud computing adalah sebuah perubahan model dimana perusahaan tidak perlu membeli semua fasilitas hardware dan software. Cukup dengan menyewa saja. Sama halnya  dengan infrastruktur listrik. Kita tidak perlu membeli karena ada PLN yang mengurus semua”, kata Purwa Hartono, pendiri Institut Teknologis Purwadhika.
Purwa mencontohkan jika kita ingin membuat usaha berskala dunia memang butuh biaya mahal. Dengan teknologi cloud computing: “Kita tinggal membayar saja. Sama seperti listrik, PLN yang mengurus supplynya, kita tinggal  membayar  beban bulanan saja.”

Tujuan didirikannya perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Microsoft ini adalah adanya teknologi cloud computing yang membawa perubahan signifikan dan melatih lulusannya agar siap pakai di dunia kerja di bidang IT dan bisa menjadi seorang cloudpreneur handal. “Kami ingin mencetak tenaga cloud computing yang tersertifikasi oleh Microsoft sehingga diakui dunia. Kalau bicara soal sertifikasi, ini masalah serius. Saya bisa saja meluluskan 100% mahasiswa saya, tetapi jelas saya tidak mau main-main meluluskan mahasiswa jika ilmunya belum memadai.”

Purwa juga mempunyai rencana untuk membuat pendidikan berbasis cloud-computing sehingga bisa diakses di mana saja, bahkan sampai pelosok desa. “Dengan cloud-based education, Anda tidak perlu datang ke kelas. Tetapi jangan main-main. Kalau tidak lulus ya tidak lulus karena semua tersertifikasi.”

Selain itu, diharapkan adanya perguruan tinggi ini bisa membuka wawasan kebanyakan orang yang berpikir lulus kuliah kemudian mencari kerja. “Selama ini mental kita adalah lulus kuliah kemudian cari kerja, sekedar jadi pegawai. Nah dengan adanya pembinaan skills di cloud computing diharapkan lulusannya tidak sekedar cari kerja tetapi juga bisa menjadi pengusaha dengan ketrampilan membuat aplikasi. Lihat saja seperti Facebook atau Angry Birds.”

Tujuan diadakannya kompetisi Technologlitz ini adalah membuka mindset anak-anak muda Indonesia untuk bangkit menciptakan sebuah produk unggulan dan membangkitkan kesadaran cloud computing sejak dini. Purwa mencontohkan dari kompetisi Technologlitz yang dimenangkan oleh pelajar kelas 1 SMU.

Selain berencana untuk mengadakan kompetisi ini tiap tahun, Purwa juga berencana untuk membuka jalur pendidikan Strata 1 (S1) dan S1 Ekstensi bagi yang sudah bekerja. Ada dua spesialisasi yang ditawarkan, yaitu Software Development (Cloud Computing Developer) dan Infrastructure (System) Management (Cloud Computing Professional) yang bersertifikasi MCTS (Microsoft Certified Technology Specialist).
Nah, tertarik mendalami cloud computing dan ingin menjadi tenaga IT yang bersertifikasi Microsoft? Hubungi Universitas Purwadhika Nusantara di 021-57948450-53/081218995328 (Purwa Hartono) dan kunjungi situs: www.purwadhika-nusantara.co.id atau  www.purwadhikapress.com.

Source: http://mjeducation.co/profesi-cloudpreneur-ketika-kreativitas-bertemu-teknologi/

Tags: ,

Category: Event, Press Publication, Purwadhika Event

Leave a Reply